kisah sedih seorang jomblo

Sebelumnya aku tidak pernah membayangkan akan kehilangan dia. Dia sangat berarti bagi hidupku selamaini. Dia adalah yang selalu menemaniku hampir kemanapun aku pergi. Ketika aku pergi ke kampus dia selalu bersamaku. Ketika aku aku pulang kampungpun, dia selalu menyertaiku. Bahkan ia rela menemani tidurku.

Hari Senin tanggal 12 Oktober 2008 aku berpisah dengannya. Berat hati ini kurasakan ketika aku harus melepaskannya, dan kebersamaanku dengannya hanya tinggal kenangan. Tidak ada yang menemaniku lagi saat ini. hampa yang kurasakan tanpamu. Hidupku tidak semanis dulu, yang ada hanya rasa jemu dan hawa panas yang membuatku semakin sumu.

aku hidup menjomblo, namun aku tidak menyerah pada keadaan. Aku punya sisa waktu hidup dan sebuah harapan. Aku tidak boleh kehilangan waktu tampa ada manfaat yang bisa kupetik atau pengalaman-pengalaman baru yang bisa mengembangkan potensi diriku. Aku memang kehilangan dia, tapi bukan berarti tanpa dia aku harus kehilangan semangat hidup dan harapan. Ada pepatah yang mengatakan bahwa kunci sukses adalah, kita harus menempati posisi siap manakala kesempatan itu datang. Maka pada saat kampus membuka kesempatan pada mahasiswa untuk menjadi Asisten Lab komputer, aku ambil posisi siap. Aku tanggung semua resiko buruk yang akan kuterima dan aku memimpikan segala hal yang baik dari keputusanku. Aku mendapatkan kesempatan mengajar 10 kali selama seminggu. Ini adalah yang terbanyak dalam sejarah hidupku selama kuliah di <a href=’http://www.stmikelrahma.or.id’>STMIK El Rahma</a> tercinta ini. Tidak masalah, ini adalah tantangan buatku. Aku akan diuji dalam memenej waktu. Aku akan diuji dalam hal berbicara di depan orang yang saat ini sangat sulit kulakukan. Aku juga diuji dalam bersikap dalam kondisi menjomblo.

Sekarang aku duduk sendiri di depan komputer kampus(Komputer Anjungan), untuk melupakan sejenak tentang dia yang dulu selalu menemaniku. Aku coba mengurai kata dalam pikiran menjadi rangkaian dalam tulisan. Aku relakan harus berdiri lama berjam-jam. Aku harus tetap belajar meski aku tanpanya. Aku harus mempersiapkan materi untuk praktikum besok senin.

Aku berharap dia akan cepat sembuh dan aku bisa hidup bersamanya lagi. Oh Laptopku semoga besok aku bisa mengambilmu di servis center.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: